Madurasa Blog Competition
Tampilkan postingan dengan label Disabilitas dan Pandangan Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Disabilitas dan Pandangan Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 16, 2011

Sebuah Kekuatan yang Terlahir dari Mereka (Penyandang Disabilitas)



Penyandang disabilitas tidak terlahir dengan kelemahan, tidak juga terlahir dengan ketidak berdayaan. Tetapi kita harus tahu bahwa merekalah yang melahirkan sebuah kekuatan untuk diriku dan diri kalian yang pernah berinteraksi dengan mereka.
Banyak hal-hal menarik dari mereka. Banyak juga hal-hal yang patut kita tauladani. Dan banyak juga motivasi-motivasi yang kita temukan dari diri mereka.

Pernahkah kalian terfikirkan seberapa besarnya usaha mereka dalam beradaptasi di dalam lingkungannya?
Kita mungkin belum menyadari bahwa usaha mereka sangat besar sekali. Disamping keterbatasan fisik, mereka dihadapkan oleh beberapa keadan lingkungan yang makin lama makin mengancam selain itu juga banyak fasilitas-fasilitas yang non aksesbilitas. Keadaan lingkungan yang seperti sekarang ini membuat mereka harus lebih berani menjalaninya.
Lagi pula, budaya tertib berkendara sangat sulit didapati sekarang ini. Trotoar yang dahulu tidak seperti trotoar sekarang, hilang sudah peranannya.

Sabtu, Desember 03, 2011

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat


Hanya tindakan yang memberi kekuatan
Hanya kesederhanaan yang dapat membuat manusia tenang 

Penyandang Disabilitas, yaitu manusia yang secara fisik memiliki keterbatasan, namun mereka memiliki hak yang sama dengan kita.
Pernahkah kalian berinteraksi dengan penyandang disabilitas?
Jika kalian pernah, silahkan share melalui komentar dibawah. Jika tidak pernah, saya juga sama. Tapi, saya hanya sering melihat dari beberapa media mengenai mereka.

Bagaimana Pandangan Masyarakat mengenai Penyandang Disabilitas ?
Keterbatasan fisik, bukan berarti terbatas dalam hal apapun. Juga bukan berarti tidak punya suatu kelebihan, serta bukan berarti mereka tidak bisa berkreasi.
Apakah keterbatasan menjadikan mereka berbeda? Dipojokkan ? Dikucilkan?
Ya, tidak perlu jauh-jauh. Di negara ini setahu saya sering ada yang begitu. Mereka yang memiliki keterbatasan fisik sering kali di nomor akhirkan. Contohnya saja, untuk melanjutkan pendidikan di sekolah, mereka dan orang tua mereka butuh banyak usaha untuk diterima disekolah tersebut. Padahal setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang setara, termasuk penyandang disabilitas. Seperti yang sudah saya pelajari semasa SD ada di Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 C yang berbunyi :
"Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia."
Begitu juga dalam bidang pekerjaan. Dan masih banyak penyandang disabilitas yang sering mengalami diskriminasi..
Apa yang Anda pikirkan tentang mereka?
Bagaimana masa depan mereka apabila disegi pendidikan saja seperti itu?
Yang selalu di nomor akhirkan. Seolah-olah mereka tidak bisa apa-apa.
Pandangan seperti itu, yang justru akan menjatuhkan mereka. Padahal dibalik itu semua, mereka memiliki potensi yang jarang dimiliki orang yang terlahir normal.
Saya pernah melihat di salah satu tayangan televisi. Acara tersebut menerjunkan seorang perempuan kesebuah kehidupan seorang penyandang disabilitas, dan ini benar-benar nyata. Penyandang disabilitas tersebut merupakan seorang bapak-bapak yang menjadi tumpuan keluarganya untuk memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Bapak tersebut tidak memiliki ke 20 jarinya (jari tangan dan kaki).
Namun rupanya, keseharian beliau menjadi tukang servis. Ya! Tentunya tangan beliau selalu berurusan dengan obeng dan alat-alat lainnya. Selain mejadi tukang servis, beliau juga menjadi pemburu burung.
Melihat cara beliau memutar obeng dengan kedua tangannya yang lincah, perempuan tersebut lantas bertanya kepada Bapak itu,
“ Mengapa Bapak memilih pekerjaan ini?”.
Apa jawaban beliau? Beliau tersenyum dan kemudian menjawab,
“Saya berpendidikan dan saya tidak mau menjadi peminta, meski saya tidak memiliki jari bukan berarti saya tidak bisa apa-apa”.
Disabilitas dan Pandangan Masyarakat


 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons