Ini adalah cerita singkat mengenai kasus yang diderita oleh iguana saya. Iguana betina berumur 1,5 tahun milik saya yang saya pelihara sejak lahir ini sebelumnya adalah iguana yang sangat aktif dan banyak makan, buang air besar sangat lancar bahkan 3 kali sehari. Lingkungan yang saya sediakan bukan kandang, namun free room (saya biarkan berkeliaran di rumah). Biasanya memiliki tempat persembunyian sendiri, seperti di kolong bawah lemari, di dapur (karena suhu dapur yang hangat) atau di belakang kulkas (karena suhu kulkas yang hangat), masalah buang air besar sudah saya biasakan di kamar mandi sejak umur 9 bulan, jadi jika memang butuh buang air besar, iguana saya sudah pandai mencari kamar mandi rumah.
Namun ada hal yang saya remehkan atau luput dengan kebutuhan penting iguana yaitu sinar matahari. Yang mana saya ketahui bahwa iguana membutuhkan sumber cahaya UV agar dapat memproduksi vitamin D3 atau memetabolisme kalsium. Karena jarangnya saya dirumah, saya hanya bisa menjemur iguana pada hari libur saja dan itu apabila ada matahari. Dan ternyata juga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan iguana. Penyesalan memang selalu datang diakhir ya.
Nah inilah foto iguana saya yang sakit karena kekurangan kalsium.
Seperti yang terlihat pada foto diatas, kondisinya lemas, tidak mau makan, tidak bisa buang air besar dan muncul punuk kecil diatas leher iguana. Berikut foto dilihat dari atas.
Dilihat dari atas, perut iguana sangat besar. Dan pada awalnya saya mengira apakah iguana betina saya ini sedang menggendong telur ataukah gangguan pencernaan. Lalu saya tanyakan kepada grup KPI (Komunitas Pecinta Iguana) di Facebook mengenai kondisi ini. Beberapa orang menyatakan bahwa ini adalah gangguan pencernaan. Belum sepenuhnya yakin. kemudian saya bawa ke klinik hewan. Kendalanya adalah saya kesusahan menemukan dokter hewan yang bisa menangani reptil pada saat itu (lokasi Surabaya Timur). Dan baru dihubungi 3 hari berikutnya.
Penanganan sementara yang saya lakukan sedikit salah dari penjelasan dokter. Karena pada awalnya banyak yang mengatakan gangguan pencernaan, maka saya beri buah-buahan yang kaya serat. Karena tidak bisa makan akibat terlalu lemas, maka buah-buan tadi saya jus dan saya berikan menggnakan pipet tetes. Lalu penanganan lainnya yaitu rendam dengan air suam-suam kuku yang mana dalam kamus pemeliharaan iguana ini dapat membantu iguana untuk buang air besar.
Tapi ternyata tidak demikian, setelah memeriksakan ke dokter iguana. Dokter menegaskan bahwa iguana saya kekurangan kalsium, sehingga metabolisme iguana menurun hingga berada pada titik kritis, lemas dan tidak mampu menggerakkan badannya bahkan buang air besar juga tidak mampu.
Lalu dokter memberikan obat kalsium untuk iguana yaitu







