Kamis, Januari 29, 2015

Rejeki dari Ayam Kate


Bermula pada bulan Januari tahun 2013 dengan hanya didasari rasa ingin memelihara ayam kate. Agar setiap subuh tiba, kami sekeluarga bisa mendengar merdunya suara ayam yang berkokok, yang bisa memberikan semangat kami di setiap pagi.
Gambar 1. Setiap ayam yang saya
pelihara mampu menetaskan
1-13 ekor
Kini justru menjadi berkebalikan, mati satu tumbuh seribu, diberikan ke tetangga satu lahir 7 ayam, dijual satu lahir lagi, begitu seterusnya hingga di tahun kedua memelihara ayam ini, sekeluarga merasa terganggu dengan ramainya suara ayam ini. Bagaimana tidak? setiap hari halaman belakang rumah saya dihuni oleh 30-40an ayam termasuk bayi-bayi ayam yang baru menetas. Kalau-kalau yang menetas betina tidak apa-apa, tapi justru jago-jago yang bakal berkokok yang berhasil ditetaskan induknya.
Mungkin bisa Anda bayangkan, bagaimana jika ayam-ayam jago saling berlomba merdu-merduan suara kokoknya? Ya, benar. Seperti halnya ibu-ibu arisan jika mereka berkumpul (maaf jika membuat sedikit tersinggung), dan jika salah satu ibu tersebut melahirkan, pasti ramainya bukan main. Baik suaminya atau ibu-ibu arisannya. Yah seperti itulah ketika ayam betina juga ingin bertelur atau mau menetaskan telur, ayam-ayam jantan sangat ramai ketika betina merasa sakit untuk bertelur dan merasa lapar.
Ditahun pertama, kami belum berani menjual ayam, terbesit dibenak saya, "Bagaimana jika menjual ayam ke pasar burung, dan ayam saya tidak di rawat dengan baik?". Karena sepengetahuan saya, hewan yang dijual di pasar hewan memang diberi makan, tetapi terkadang tidak teratur, dan banyak hewan stress karena tidak laku dan terlalu lama di kandang.
Gambar 2. Ayam peliharaan saya
Akhirnya beberapa lama kemudian saya mencoba untuk menjual ayam dengan cara lain, saya menjualnya melalui toko online. Saya tidak menyangka akan laku, hingga orang Gresik, Lamongan yang notabene disana sudah ada banyak ayam tetapi membeli ayam saya yang ada di Surabaya. Mungkin karena harga jual yang saya tawarkan lebih murah dibanding harga pengiklan lain di toko online tersebut. Ayam  kate jantan saat itu saya jual dengan harga Rp 50.000 sedangkan yang betina saya jual Rp 75.000 . Harga ini saya tentukan tidak berasal harga asli pasarannya, tetapi memang terlalu banyaknya stok ayam jantan di halaman rumah yang membuat saya harus banyak-banyak menurunkan harga jual ayam jantan. Tetapi dengan harga segitu saja, sudah sangat cukup untuk penghasilan seorang mahasiswa seperti saya.
Gambar 3. Lapak saya di olx
Membesarkan ayam tidak sulit sama sekali, mungkin hanya mengeluarkan beberapa rupiah saja untuk membeli makanannya. Kira-kira untuk 30-40an ayam, mereka menghabiskan 3 kg pur, 1 kg biji-bijian, 1 kg jagung, dan Rp 2000 kacang panjang, Rp 2000 toge setiap minggunya. Bisa juga jika hanya makan pur saja atau jagung saja, tetapi yang namanya makhluk hidup selalu cepat bosan dengan makanan yang hanya itu-itu saja,mungkin bisa di variasi tiap harinya, selain itu mereka juga butuh yang namanya sayuran jadi berikanlah toge atau kacang panjang yang sudah dipotong kecil-kecil, apalagi untuk ayam betina, toge sangat baik untuk mereka yang sedang bertelur/mengerami telurnya.
Dengan keadaan jumlah ayam jantan yang sangat banyak, akhirnya ibu saya melakukan percobaan pada semua telur-telurnya, dan percobaan itu berhasil. Entah ini akurat atau tidak, telur ayam kate jantan berbentuk oval lonjong dan lancip, dan telur ayam kate betina berbentuk tidak begitu lonjong. Sehingga telur-telur ayam yang lonjong selalu kami sisihkan agar memperoleh ayam betina. Lalu telur-telur yang telah disisihkan, bisa dijadikan bahan makanan, seperti bahan untuk membuat kue atau direbus biasa. Tenang saja, telur ayam kate sangat aman dikonsumsi bahkan sangat baik untuk kesehatan wanita, yang dimana memiliki banyak kandungan zat besi didalamnya, selain itu kuning telurnya pun lebih banyak dibandingkan putih telurnya, mengenai rasanya hampir seperti rasa telur puyuh yang gurih.
Gambar 4. Telur ayam kate rebus
Pelihara, sayangi, syukuri dan rasakan hasilnya

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons