Rabu, Juni 01, 2011

Kisah Hewan Peliharaanku

Sejak kecil, saya sudah sering diajarkan memelihara hewan-hewan oleh orang tua. Sampai sekarang masih juga memelihara hewan .  Ganti-ganti sih, sampai pernah ternak karena terlalu banyaknya hewan yang ku pelihara saat itu.

Pertama saat saya lahir, sudah ada burung perkutut . Perkututnya menurutku cerdas. Ketika tangan di lambaikan di depannya dia mengangguk angguk dan berkata “derrkuuukuuuu..klokklokklok”. Nah kalau ada burung lain yang hinggap di kandangnya. Si burung itu gak terima, karena makanannya selalu di ambili dari lubang lubang kandangnya. Dia langsung memberi tanda “kruuu..kruuu..kruuu...kruuu” yah begitulah bunyinya  :D. Sampai sekarang burung ini masih ada , jadi jika dibandingkan dengan umurku,  jelas aku kalah tua :D hehe.


Hewan kedua yang ku pelihara yaitu capung-capung dan belalang (walang kekek) liar . 
 Meski liar, aku menyukainya. Kira-kira umur 3 tahun ini sudah jadi kesenangan sendiri. Karena saat itu rumah ada halaman luasnya, dan banyak tanamannya jadi banyak belalang di halaman rumah. Tinggal tangkap tangkap gitu. Terus saya masukkan ke dalam kotak, dan pastinya di beri lubang. Bener-bener beda sendiri kotoran belalang ini. Baunya sangat khas. Dan cair. (loh kok jadi ngomongin kotoran. Hahahah) .  Tapi hewan ini cepat mati  . Setiap mati, bisaku cuma nangis. Akhirnya gak lagi deh melihara hewan ini.


Hewan ketiga, Ku pilih kelinci. Saat umur 4 tahun. Kelincinya ada 2. Tapi setelah beberapa bulan, kelinci yang perempuan mati karena tawuran sama kelinci tetangga (haha tawurannya ya gak kayak manusia).  Kelinci 1nya gimana ? Dia menurutku stres. Karena kejadian itu, dia jadi galak. Kakinya ibukku aja sering di gigit pas itu. Makin ngenes lihatnya. Trus ibuku sumpek mungkin. Akhirnya kelinciku di berikan ke pembantunya TK saya dulu. (Tanpa sepengetahuanku) .Minggu berikutnya aku kunjungi taman TK ku. “Loh kok gak ada kelinciku?” (kaget) . Ternyata, jahat.. kelinciku di sate sama pembantunya.. Kejam ya toh T-T

Hewan keempat. Apa coba ?
Yang bunyinya..  “kwekkwekkwekk” . Apa itu?

Bebek sob ! :D hahaha ..  Keren bukan? Makanannya kalau disebut namanya “dedek” semacam bubur gitu. Ini hewan yang menurutku paling HOROR. (Takut di sosor). Sampai-sampai kalau 2 bebek itu mendekat ke saya. Langsung saya lari, tak lempar sandal (sadis). Paruhnya itu loh .. seksi . ahahaha. Karena yang berani megang Cuma bapak dan ibu. Akhirnya bebek nya di berikan ke orang.



Hewan kelima. Iwak alias ikan. Ikan ikan ini gak ada kisah menariknya. Wajah mereka ini selalu datar (tanpa ekspresi) jadi ga begitu suka.


Hewan keenam yaitu pitik :D (anak ayam) hehe. .. Sewaktu itu kelas 3 SD. Ada penjual ayam warna-warni di depan sekolah.  Harganya Rp 2000 kalau gak salah waktu itu. Sedangkan uang sakuku hanya Rp 750. Tertarik banget saya. Setiap pulang sekolah gitu, selalu ke rombong pakleknya (sebutan penjual) . Cuman lihati ayam karena masih gak punya uang.  Karena pinginnya, saya nabung.  Setelah terkumpul uangnya. Saya beli ayamnya, warna kuning lucu gitu. Pulang-pulang tapinya di marahi sama ibu “Ngapain melihara ayam? Gak tau lo ya, kalo mati nanti”.  Ayam ini kecil lucu, sampek sayang banget rasanya ke ayam ini. Tapi agak besar gitu, ayam ini mulai gak lucu lagi. Terus suka lompat-lompat sama ngepakkan sayapnya. Ya saya kira itu dia pingin bisa terbang. Akhirnya saya bantu, saya lempar-lempar ayamnya (ahahah.. bodoh sekali..namanya juga masi kecil , tapi ya kenemenen =,=) . Eh jadinya kakinya pincang. Terus ayam ini di kasih ke orang lagi.



Setelah masa masa suram itu, Akhirnya saat SMP melihara hewan-hewan mungil berbulu (yang awet di pelihara). Hamster ! :D . sangking banyaknya, akhirnya ternak hamster sob.  
 Tapi harga jualnya kecil sekali. Padahal itu hamster-hamster tipe ... . Harga jualnya hanya Rp 5000 ==* . Murah banget bukan? Dari pada di jual ke orang seperti itu yang nantinya di jual dengan harga jauh lebih mahal. Mending di berikan ke tetangga-tetangga sama teman terdekat ^^. Saya dan keluarga berternak hamster ini kira-kira hampir 3 tahunan. Hamster terakhir yang ada di rumah, dia berumur 1,2 tahun-an :D awet kan? Hahaha.. Misal sobat mau tanya bagaimana cara merawat hamster dengan baik. Tanya ke saya aja :D ,tapi saya gak pernah baca-baca buku seperti “tehnik memelihara hamster” . Jadi saya mempelajarinya dari hamsternya sendiri. Bagaimana mood hamster, bagaimana aktivitasnya, bagaimana dia makan, dll.


Sekarang hewan ke berapa ya.. bentar-bentar lihat ke atas . . .  -_-
Yak , sekarang hewan ke delapan ternyata ^o^ . Nah, kelas 3 SMP ni lagi pingin-pinginnya melihara kelinci. Loh? Kelinci lagi? Iya begitulah. (kepingin). Kisah kelinci yang ini kasihan. Kelinci yang cewe berhasil melahirkan 4 anak (ya jelas yang cewek ), tapi 3 dari 4 anak itu di makan sendiri sama induknya. Mungkin hidup anak-anaknya itu lagi terancam ya. Nah karena tinggal 1, saya sekeluarga cemas. Takut kalau nantinya bakal di makan juga sama induknya. Akhirnya bayi mungil kelinci kami pelihara di dalam rumah sendiri (kondisinya lemah). Sedih melihatnya. Bagaimana dia makannya kalau tidak dekat dengan induknya? Ya.. kami bikin susu tanpa gula kemudian di masukkan botol obat tetes mata (tapi yang sudah steril lo). Trus di dot kan ke bayi mungil itu :D hehe. Tapi bayinya gak bertahan lama juga. mati... Si induknya juga mati dia jilat-jilat minyak tanah yang tumpah di halaman belakang.  T-T kasihan. Akhirnya yang cowo sendirian, kemudian di berikan pasangan baru, tpi terlalu kecil. Dan saat itu baru beli kondisinya sudah lemah ( di bohongi yang jual). Kasusnya seperti si bayi mungil, namun ini kami kasi vitamin B12 . Loh kok vitaminnya manusia ? ahahaha , saya sendiri bingung kenapa bapak nyuapin vit B12 ke kelincinya. Tapi memang jadi lebih sehat. Tapi bulan berikutnya dia mati si cowo tetap sendiri.
Bagaimana nasib si bunny cowo ini ? Akhirnya kelinci ini saya beri nama cimot (kelinci lemot). Dia suka melamun karena keadaannya itu. Dia sering melihat pasangannya sakit. Kalau dia di panggil, datangnya selalu lama. (Kecuali di kasih makan sih ahahaha langsung sregep alias semangat dia). Tidak berapa lama gitu, cimot diberikan pasangan baru. Perkenalnannya cukup susah . Selalu tengkar. Tapi akhirnya bisa di atasi dan mereka jadi rukun dan mesra (ihiiiii) , seperti itu :D. Sering sekali mereka melakukan hubungan . Tapi gak pernah hamil yang cewe’ ini . Karena sudah tuanya si cimot. Cimot mati  Si cewe ini sendirian. Setiap hari dia termenung, Dia suka gulung-gulung di tanah, hingga bulunya terlihat seperti keset gitu. :D ahahaha.  Namun, suatu kebenaran akhirnya terungkap sob. Ternyata si kelinci ini cowo. Berarti? Selama ini cimot dan dia homo ==* makanya gak melahir-melahirkan. Ahahaha. Sampai sekarang dia masih ada di rumah :D (awet)


Hewan ke sembilan yaitu marmut. 
Marmutnya ini punya jambul ke depan sob. Lucu gitu :D sukanya ya loncat-loncat. Tapi baunya ngalah-ngalahi bau kelinci --* ini pemberian dari pakdhe sih :D (makasih ya pakdhe..). Merawatnya sungguh-sungguh susah. Seperti kucing anggora dan persia .Karena susahnya itu, akhirnya marmut ini di balikkan ke pakdhe. hehe sungguh suram. (takut ntar ga bisa merawat dan akhirnya mati lagi )

Banyak ya hewan yang peranh ku rawat .   

Belum bosen kan baca artikel ini ? :)Tenang saja, sekarang hewan yang paling terakhir ni ^^.


Kura-kura !! 



Tentu tidak susah merawat kura-kura ini. Ada 4 kura-kura di rumah. 1 Kura darat dan yang lain kura air. Bedanya apa sih kura dart dengan kura air? Ya ,benar. Yang pertama adalah habitatnya. Yang kedua kelincahannya. Kura air lebih ganas dan lincah. Tapi mereka sangat membantu antar kura yang 1 dengan yang lain. Coontohnya aja nih. 3 kura-kura ku pas di kolam, dia gendong-gendongan == untuk meloloskan kura-kura yang paling kecil. Dan akhirnya hilang 1 kuranya. Tapi yang lain sampai sekarang masih ada dan awet tentunya :D..


Jadi dari kesekian banyaknya hewan yang pernah saya rawat :D yang awet yaitu burung perkutut, kelinci dan kura-kura. Tapi yang paling master yaitu si perkutut yang umurnya sudah melebihi saya. (derrrrkuuukkuuuu)

kunjungi juga ini ya Komunitas NGAWUR (Ngeblog Jawa Timur)

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons