Sabtu, Desember 03, 2011

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat


Hanya tindakan yang memberi kekuatan
Hanya kesederhanaan yang dapat membuat manusia tenang 

Penyandang Disabilitas, yaitu manusia yang secara fisik memiliki keterbatasan, namun mereka memiliki hak yang sama dengan kita.
Pernahkah kalian berinteraksi dengan penyandang disabilitas?
Jika kalian pernah, silahkan share melalui komentar dibawah. Jika tidak pernah, saya juga sama. Tapi, saya hanya sering melihat dari beberapa media mengenai mereka.

Bagaimana Pandangan Masyarakat mengenai Penyandang Disabilitas ?
Keterbatasan fisik, bukan berarti terbatas dalam hal apapun. Juga bukan berarti tidak punya suatu kelebihan, serta bukan berarti mereka tidak bisa berkreasi.
Apakah keterbatasan menjadikan mereka berbeda? Dipojokkan ? Dikucilkan?
Ya, tidak perlu jauh-jauh. Di negara ini setahu saya sering ada yang begitu. Mereka yang memiliki keterbatasan fisik sering kali di nomor akhirkan. Contohnya saja, untuk melanjutkan pendidikan di sekolah, mereka dan orang tua mereka butuh banyak usaha untuk diterima disekolah tersebut. Padahal setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang setara, termasuk penyandang disabilitas. Seperti yang sudah saya pelajari semasa SD ada di Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 C yang berbunyi :
"Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia."
Begitu juga dalam bidang pekerjaan. Dan masih banyak penyandang disabilitas yang sering mengalami diskriminasi..
Apa yang Anda pikirkan tentang mereka?
Bagaimana masa depan mereka apabila disegi pendidikan saja seperti itu?
Yang selalu di nomor akhirkan. Seolah-olah mereka tidak bisa apa-apa.
Pandangan seperti itu, yang justru akan menjatuhkan mereka. Padahal dibalik itu semua, mereka memiliki potensi yang jarang dimiliki orang yang terlahir normal.
Saya pernah melihat di salah satu tayangan televisi. Acara tersebut menerjunkan seorang perempuan kesebuah kehidupan seorang penyandang disabilitas, dan ini benar-benar nyata. Penyandang disabilitas tersebut merupakan seorang bapak-bapak yang menjadi tumpuan keluarganya untuk memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Bapak tersebut tidak memiliki ke 20 jarinya (jari tangan dan kaki).
Namun rupanya, keseharian beliau menjadi tukang servis. Ya! Tentunya tangan beliau selalu berurusan dengan obeng dan alat-alat lainnya. Selain mejadi tukang servis, beliau juga menjadi pemburu burung.
Melihat cara beliau memutar obeng dengan kedua tangannya yang lincah, perempuan tersebut lantas bertanya kepada Bapak itu,
“ Mengapa Bapak memilih pekerjaan ini?”.
Apa jawaban beliau? Beliau tersenyum dan kemudian menjawab,
“Saya berpendidikan dan saya tidak mau menjadi peminta, meski saya tidak memiliki jari bukan berarti saya tidak bisa apa-apa”.
Disabilitas dan Pandangan Masyarakat


Ini membuktikan bahwa seseorang yang memiliki keterbatasan, tidak lemah ! Tapi mereka punya motivasi . Tentu diluar sana masih ada banyak orang yang seperti beliau.
Satu hal yang bisa saya simpulkan disini, manusia tidak ada 100 % yang sempurna. Keadaan fisik yang terbatas, menumbuhkan rasa semangat yang tinggi pada jiwa mereka. Dan begitu pula sebaliknya bagi yang memiliki fisik yang utuh. Memiliki semuanya, tetapi masih ada banyak orang yang tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.
 Motivasi yang sangat besar yang mereka miliki telah merubah nasib mereka. Nasib seseorang itu tidak akan berubah sebelum kita merubahnya. Dan tentu masih ada banyak kesempatan bagi kita semua untuk merubah semua menjadi lebih baik dengan memanfaatkan apa yang sudah kita miliki sekarang ini.

Kesempatan adalah waktu
Kesempatan adalah peluang
Kesempatan adalah keluasan
Matahari pagi takkan terbit dua kali untuk membangunkan orang yang tidur nyenyak
Kesempatan pun takkan mengetuk dua kali agar Anda mau membukakan pintu keputusan Anda
Bila toh, ia datang lagi, ia menampakkan wajah yang berbeda,
Dan kesempatan terbaik yang Anda miliki adalah hidup yang hanya sekali ini
Pergunakan bukan hanya sebaik-baiknya, namun yang terbaik-baiknya

Kita semua sama. Sama-sama manusia. Sama-sama memiliki kekurangan. Tidak pantasnya kita untuk memandang sesama manusia dari hal fisik bahkan sampai menghinanya. Mereka juga berkarya, mereka juga produktif, seperti kita. Sama bukan?
Akan tetapi, keterbatasan dalam mendapatkan pendidikan, serta pekerjaan yang menghambat mereka.
Mari kita hindari diskriminasi. Mari tumbuhkan rasa tenggang rasa antar sesama dan bersikap saling terbuka terhadap sesama.

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Untuk lebih mengenal para penyandang disabilitas. Ada satu hal yang ingin saya perkenalkan kepada pembaca. Sebuah komunitas yang berisi kaum muda penderita Tunanetra. Komunitas tersebut bernama Kartunet (Karya Tunanetra). Mereka memiliki sebuah situs yang bisa Anda kunjungi di www.kartunet.com . Nah disitus ini, mereka mempublikasikan beberapa kreasi dari penyandang disabilitas baik berupa karya sastra, penyajian berita, artikel mengenai teknologi, maupun informasi-informasi mengenai isu-isu disabilitas.
Komunitas Kartunet
 Menurut saya, komunitas ini sangat positif dan harus kita dukung bersama-sama. Karena adanya komunitas seperti ini dapat memberikan sebuah motivasi baru bagi para penyandang disabilitas. Dan dengan ini juga, mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah suatu hal yang membuat seseorang lemah. Dan bukanlah sesuatu yang harus dijadikan perbedaan.
Saya berharap, komunitas ini selalu bisa memberikan gambaran-gambaran kehidupan para penyandang disabilitas dan sering-sering mempublikasikan berbagai karya dari mereka. Sehingga dapat menjadi tempat masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan memahami para penyandang disabilitas.

Selamat Memperingati Hari Internasional 
Penyandang Disabilitas
3 Desember 2011
:) 
"Mari Wujudkan Masyarakat Tanpa Diskriminasi"

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons