Kamis, Februari 19, 2015

Predikat Kota Jakarta dan Surabaya Sebagai Kota Termacet Sedunia - Efek dari Jumlah Mobil yang Terus Bertambah

Macet di Jakarta
MACET - Ibu kota Indonesia siapa lagi kalau bukan Kota Jakarta, lagi-lagi ramai di segala sosial media dan di berbagai media cetak. Serasa tak ada henti-hentinya membicarakan segala apapun yang ada di kota ini. Baik Presidennya, banjirnya, gurbenurnya, dan yang baru-baru ini adalah penghargaan di skala Internasional yaitu sebagai kota termacet nomor satu sedunia. Wow  penghargaan skala dunia. hehe tapi predikat seperti itu. Cukuplah bisa membuat nama Indonesia selangkah lebih terekspose lagi, tapi hal seperti itu tidak patut dibanggakan.

Macet di Surabaya
Kota Surabaya, tempat tinggal saya yang juga mendapatkan peringkat keempat kota termacet sedunia, membuat saya merasa sedikit kaget. Karena di Surabaya bagian Timur ini macet itu tidak terlalu saya rasakan, mungkin sekali hingga tigakali saya rasakan dalam seminggu selama perjalanan rumah ke kampus. Mungkin karena saya pengguna sepeda motor yang tidak merasakan efeknya langsung. Dan mungkin pengguna mobil yang lebih merasakan efek kemacetan itu. Ya, bukan saya menyalahkan pengguna mobil juga. Tetapi memang benar sih, dibeberapa perlintasan lampu lalu lintas di Surabaya kebanyakan mobil macet hingga 1-2km-an mungkin. Sungguh sangat menyita waktu bukan? *bagi Anda para pengendara mobil.
Menurut saya, alangkah baiknya jika mobil itu tidak digunakan hanya untuk berkendara sendiri atau hanya dua orang. Kalau sendiri atau dua orang saja, cukuplah menggunakan sepeda motor. Terkecuali jika membawa barang bawaan yang banyak. Hal ini hanya sebagai masukan saja, bukan melarang, saya juga bukan siapa-siapa hehe. Baiklah, mungkin beberapa alasan Anda menggunakan mobil yaitu karena cuaca Surabaya yang cukup terik, atau yang sekarang ini sedang musim hujan. Tapi ya begitulah resikonya, macet tidak hanya Anda rasakan, tapi semua merasakannya. Lebih-lebih, kalau hujan deras janganlah kalian para pengendara mobil melaju kencang. Kasihan para pengendara sepeda motor sekitar yang harus terkena efek cipratan mobil Anda. Sudah hujan-hujan deras, pakai jas hujan, berusaha agar pakaian dan sepatu tidak basah, berkendara pelan-pelan, eh masih saja terkena cipratan mobil. Yap, kejadian yang sering saya alami .
Maka dari itu, mari kita buka hati dan mata kita. Belajar peka dengan lingkungan dan orang sekitar kita. Kita nyaman, orang lain nyaman. Lingkungan sehat, kesehatan kita terjamin. Walikota bekerja keras, masyarakatnya juga harus membantu.
Sekian, trimakasih.

Salam hangat dari arek Suroboyo .

Sumber gambar : 
Macet di Jakarta http://uniqpost.com
Macet di Surabaya https://nabils29.files.wordpress.com

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons